Arsip

Archive for the ‘My Diary’ Category

Sistem Informasi Manajemen Penyulang ( SIMENJENG v.0.0.1) PT. PLN APJ Banyuwangi

Desember 5, 2011 9 komentar

Sistem Informasi Manajemen Penyulang ( SIMENJENG v.0.0.1) PT. PLN APJ Banyuwangi

Merupakan aplikasi yang saya buat pesanan PT.PLN APJ Banyuwangi-tahun 2011. Aplikasi ini berbasis WEB dengan database SQL.  keuntungan ( harapan ) dalam menggunakan aplikasi ini, petugas dapat memonitor hasil inspeksi dan gangguan seraca Online, berkala, dan terjadi transparansi pelaporan gangguan. Sebelumnya model pelaporan masih belum optimal, petugas APJ PT. PLN Banyuwangi menggunakan data yang di tulis di ms. Excel – dan kendalanya data tersebut tidak bisa langsung di share dengan pihak-pihak yang berwenang, pihak manajemen harus mengirim file pelaporan,rekap dalam bentuk excel via email.  Untuk melakukan perubahan data harus diubah data di file excel tersebut.

Dalam permasalahan tersebut, saya diminta untuk membantu membuatkan aplikasi yang saya beri nama -SIMENJENG – Sistem Manajemen Penyulang – yang harapannya nanti aplikasi ini dapat membantu PT. PLN APJ Banyuwangi dalam melakukan pelaporan rekap data ( gangguan, inspeksi serta tindakan ) per unit, per penyulang,per penyebab, per bulan, pertahun. Dan data dapat disimpan hingga kapanpun, bila dibutuhkan sewaktu-waktu pihak manajemen tidak lagi kesulitan mencari file / data tahun-tahun sebelumnya karena aplikasi yang saya buat ini berbasis web dengan database SQL, yang bisa di share dalam jaringan intranet PT. PLN APJ Banyuwangi.

He he…tulisan ini sekedar berita saja…pembaca mau menafsirkan lain..silahkan…atau bila ada yang mau ditanyakan monggo…diskusi dengan saya …

ada lagi screen shoot nya… gan

saya BUKAN / TIDAK-sebagai pegawai PT. PLN……saya hanya BURUH JURU KETIK  yang diminta untuk membantu membuatkan Aplikasi SEDERHANA yang dapat membantu pekerjaaan manajemen PT. PLN APJ BAnyuwangi .

( saya ini pamer hasil…..maaf agak narsis…mungkin)

Iklan

RENUNGAN KLOSET

Ada baiknya,

tak mencatat hidup

dalam lembarlembar buku harian

Suatu masa,

jika membacanya lagi

manis, membuat kita ingin kembali

pahit, membuat duka tak bisa lupa

Ada baiknya,

merenung hidup

dalam kloset yang sepi

Tak perlu malu,

mengenang, tersenyum atau menangis

Setelah itu,

siram semua

bersiap menerima makanan baru

yang lebih baik dari kemarin

(diambil dari buku yg kmi beli di toko buku….lupa pengarangnya…..)

Met “Hari Burung” my girl A.N. Izzah

Januari 11, 2009 Tinggalkan komentar

Alhamdulillah tepat tanggal 8 Januari kemaren bayiku sudah dua tahun meghirup udara di dunia ke dua….doa dan nasihat kami berdua mengirimu nak…..’

kami adakan acara syukuran bersama anggota keluarga…kami gak udang tetangga..) karena ini acara privasi..hik hik..entar deh aq uplod fotonya….

yach gak terasa. udah 2 tahun banyiku ini…MET HARI BURUNG  my A.N. Izzah

Kategori:My Diary

Perbedaan Pria dan Cowok

Desember 3, 2008 6 komentar

Sory…. Judulnya Meleset dari Ide / tema Blog…

mudah mudahan tulisan ini mampu menyadarkan siapa diri anda….sebagai Pria atau Cowok…atau bagi para pembaca kaum wanita, biar mudah dan tau mana yang harus mereka pilih “PRIA” atau “COWOK”…

P : Pria
C : Cowok

P : Tahu jelas lima tahun lagi ia mau jadi apa.
C : Tidak jelas lima menit lagi ia mau berbuat apa.

P : Jago membuat wanita merasa tenang.
C : Jago membuat cewek merasa senang.

P : Bacaannya John Grisham, mainannya golf, tontonannya CNN.
C : Bacaannya Harry Potter, mainannya bilyar, tontonannya MTV.

P : Sebelum umur 30 sudah banyak uang.
C : Sebelum umur 30 sudah banyak dosa.

P : Seimbang antara penghasilan dan pemasukan.
C : Seimbang antara hutang dan pembayaran minimum.

P : Mendukung emansipasi wanita, tapi tetap membayari bon makan wanita.
C : Mendukung emansipasi wanita dengan membiarkan wanita bayar sendiri.

P : Punya akuntan, penjahit dan dokter langganan.
C : Punya salon, kafe dan bengkel langganan.

P : Meminta Anda nimbrung ngobrol kalau mamanya menelepon.
C : Pura-pura Anda tidak bersamanya jika mamanya menelepon.

P : Putus dengan pasangannya sambil berjabatan tangan dan mengakui sulitnya menjembatani perbedaan antar mereka berdua, diiringi ucapan, Kita tetap bisa berteman selamanya.
C : Putus dengan pasangannya sambil kabur dari rumah, merokok berbatang -batang, plus ucapan, Jangan undang aku ke pernikahanmu nanti!

P : Mencintai wanita 10 % pada pertemuan awal dan meningkat terus.
C : Mencintai wanita 100 % pada pertemuan awal dan menurun terus.

P : Berpikir dewasa seperti orang usia 40 tahun saat berusia 17 tahun.
C : Berpikir kekanakan seperti orang usia 17 tahun saat berusia 40 tahun.

P : Bisa menang hanya dengan otak dalam konflik.
C : Cuma bisa ngamuk, adu mulut, n adu otot kalo konflik.

P : Mikirnya Aku masih kurang pengetahuan, harus belajar lebih banyak.
C : Mikirnya Aku yang terhebat di muka bumi, siapapun aku hadapin !!!.

P : Otak no 1, digabungin otot kalo terpaksa.
C : Otot no 1, ditambah otak kalo punya.

P : Main sepeda agar tambah perkasa.
C : Main sepeda biar dipuji wanita.

“Rekan ” ku Menanam Jagung Lagi

November 21, 2008 2 komentar

“Rekan ” ku Menanam Jagung Lagi…

(meleset dari tema blog-belajar elektronika dan informatika )…

maaf tulisan saya ini benar2 kisah nyata….mohon tidak diambil hati, aq punya temen yang beberapa tahun lalu memang punya keahlian menanam jagung, bibit yang dia miliki lumayan buagus…kalo ga’ salah Hybrida…bibit unggul…katanya begitu deh,

Bulan pertama bibit udah disebar di lahan Rekanku tsb….hasilnya muncul jangung kecil bagus….hijau-hijau… hi hi,…sisa bibitnya disimpan…setelah beberapa minggu dari penyebaran bibit tersebut ada juga penyakit yang menggangu…bibit2 jagung yang udah mulai muncul dimakan ULAT….warnanya Putih….hik.hik

Semua bibit2 termakan ulat tanpa sisa… Rekanku itu…gak dapat apapun..lagi dari hasil pembibitannnya….hanya bersabar dan bersabar.

Sekarang Rekanku ini, lagi mau menanam Jagung lagi dengan sisa bibit yang dia punya dulu, meski bibit yang dia punya adalah bibit BEKAS….mudah mudahan yang sekarang bibit sisanya tersebut membuahkan hasil yang melimpah….dikemudian hari bermanfaat untuk keluarga, dan masyarakat…

Kategori:My Diary

Namanya Ayu ( True Strory..)

Kuingat dia sebagai temen sepermainanku saat kecil dulu. Teman untuk menghabiskan waktu bermain di lahan sawah atau di kebun kopimilik seseorang tuan tanah terluas di desa kami. Kadang kala di bukit kecil didekat sawah ayah. Kami berkejaran di pematang sawah, memetik diam diam bunga kopi, mengumpulkan bunga turi yang jatuh di tepi jalan, melamun di pinggir ladang wortel yang sejuk dan mengejar kupu- kupu di kebun anggrek kepunyaan pakde-ku.
Sampai pada kelas tiga sekolah menengah yang pertama yang cuma satu- satunya di kecamatan ini. Ayu masih juga sahabatku.Masih juga teman melamun di bukit itu. Sebuah tempat untuk berbincang tentang apa saja. Tentang khayalan- khayalan kami.
Namanya Ayu, selalu kuingat dia sebagai sosok yang mempunyai segala kelebihan . Wajahnya yang memang seperti namanya,ayu dan tinggi badan yang sering menipu. Banyak yang menyakan Ayu sudah lulus SMA. Otaknya yang tidak bisa di bilang pas- pasan, karena nilainya diatas nilaiku. Tuhan telah berbaik hati pada temanku itu.
Tapi ketika usai DANEM dibagikan, dan esoknya kujemput Ayu di rumahnya yang berada di pojok desa sebelah.
” Ayu, NEM kamu bagus, diatas NEM-ku pula. Ikut aku daftar mendaftar sekolah di kota Kabupaten, ya?”
Kusebut nama sekolah SMA faforit unggulan yang katanya hanya bisa dimasuki pemilik NEM tinggi.”Nanti kita satu kos- kosan, ya. Enakkan bisa belajar bersama-sama. Setiap Sabtu kita pulang sama- sama. Pokoknya sama- sama terus… kataku kemudian.
Entah mengapa Ayu menunduk. Dia tengelam dalam diam. Aku menunggu dia bicara, namun dia terisak.
” Andini, tentusaja kamu dapat sekolah, kamukan sebenarnya orang kota yang tinggal di desa. Punya pikiran maju, orangtua kamupun berpenghasilan cukup, sedangkan …aku…aku…. tidak mungkin sekolah lagi. Ucapan Ayu terhenti oleh isakan,  tapi aku dapat mengira-ira kalimat macam apa yang akan diucapkan olehnya.Kupandangi rumah Ayu yang sempit dan tanpa ubin, tanpa plafon dan tanpa pekarangan luas. Aku tahu seberapa banyak upah bapak dan ibunya yang buruh tani. Aku tahu bahwa empat adiknya yang masih kecil kecil itu perlu di sekolahkan. Aku tahu orang tuanya mesti berpikir dua kali untuk menyekolahkan Ayu di di jenjang SMA yang tentunya lebih membutuhkan uang yang lebih banyak dari biaya SMP.
” Lagi pula aku hanya di beri dua piliha: lekas- lekas menikah atau cari kerja.”
” lantas?”
” Aku belum ingin menikah, jadi aku kan mencari kerja.”
Menikah selulus SMP bagi penduduk di desa kami adalah hal yang biasa. Bukan suatu hal yang aneh dan perlu di tertawakan. Tapi bagi Ayu, itu seperti mimpi buruk. Sehingga susah payah ia merayu orang tuanya, agar seseorang tetangganya yangtelah melamar Ayu menunggu dua atau tiga tahun lagi.
Bulan- bulan berikutnya setelah aku menjadi pelajar SMA aku masih sering menemui Ayu, saat akhir pekan, saat aku pulang ke rumah. Sekedar ingin mengetahui kabarnya, atau bercerita tentang segala hal yang mungkin aku ceritakan ke ibu.
Pada suatu Sabtu sore, setelah menempuh beberapa kilometer dari kota., aku mengantarkan seplastik jambu air yang baru saja di petik dari pohon halaman rumahku untuk Ayu. Kulihat Ayu sedang melamun di bale bale bambu depan rumahnya. Sorot matanya kosong menatap  seorang adiknya yang berumur empat tahun , bermain kelereng.
“Ayu…”
Ayu menoleh, ” Andini? Kapan pulang?”
” Tadi siang”.
Kuberikan sekontong plastik berisi jambu air dan di sambut  Ayu dengan ucapan terimakasih. Adiknya yang sedang bermain kelerang menghampiri Ayu. Beberapa detik kemudian satu buah jambu berpindah ke tangan mungilnya.
“Andini, aku belum juga dapat pekerjaan. Tapi aku tidak mau menikah sekarang. Kamu mau bantu aku cari kerja , Dini?” Aku mengangguk,  mesti dalam hati aku sedikit ragu. Jaman sekarang mana ada pekerjaan yang menghasilakn cukup uang untuk seorang tamatan SMP?
Dan setelah sebulan aku tidak pulang ke desa, tiba- tiba ia datang ke kostku sendirian.
“Andini, bantu aku………Aku bingun sekali. Laki- Laki itu mendesakku agar segera menikahdengannya. Padahal aku belum ingin menikah, Andini. Tapi ibuku terus bilang, Lha kamu mau jadi apa? menikah enggak, kerja nggak. Menurutmu bagaimana kalau aku jadi TKW saja?”
” TKW?” Keningku bekerut.
” Iya, TKW. Aku di tawari Ning Siti, tetangga sebelah rumahku. Kata Ning Siti , Jadi TKW  bisa dapat banyak uang. Ning Siti juga bilang , pekerjaanya cuma sebagai pembantu, tapi begitu pulang nanti bisa bawa oleh -oleh banyak. BIsa bawa dolar, bisa bangun rumah……
” Tapi kamu kan masih belum cukup umur?” Kataku mengingatkan.
“Kata Ning Siti itu bisa di atur, lagi pula penampilanku juga bisa berubah seperti oarng dewasa.”
Tentu saja aku masih gusar.bukan semata karena dia akan menjadi tenaga kerja ilegal, tapi aku juga mendengar cerita tidak mengenakan tentang di luar negeri.
” Tidak mudah hidup di ratau!” Itu saja yang aku katakan.
Waktu ternyata tak seperti siput, tak ada kata lambat untuk perjalanan. Waktuku, Mesti rasanya baru saja ku kenal waktu. Sungguh, baru aku tahu, waktu – waktu ku berlari begitu cepet.
Ini tahun keduaku di SMA. Waktuku tersita oleh bebagai les. Kupkir inilah masa- masa tersibuk yang pernah kualami. Minggu pagi aku dan disty, teman sekamarku, hendak berangkat lari pagi seperti biasa. Kuambil uang di dalam dompet untuk mampir ke warung pecel langganan kami. Dan tanpa sengaja tiba- tiba selembar foto Ayu yang terselip di dompet ku terjatuh. Pikiranku pun teringat  pada sahabat yang sudahbeberapa lama tak kutemui itu, sejak terakhir dia datang ke kostku.
Memang selama aku pulang tiap bulan sekali. Aku hampir tak punya waktu mengunjunginya. Kabar terakhir  yang aku dengar Ayu sudah  berangkat ke negeri Jiran. barang kali keberangkatan yang amat mendadak sehingga tidak sempat menemuiku.
Kamipun segera menujualun- alun berlari -lari kecil. Dan  ketika keringat sudah mulaimenderas, kamipun segera beristirahat di warung pecel seberang alun-alun.
Seoarng penjual koran di kerubungi pembelinya. Sepertinya berita yangamat menarik.
” Ada berita apa sih pak?” Disty menyapa seseorang yang baru saja melewati kerumunan itu. Yang di tanya hanya mengangkat bahu kemudian meneguk segelas kopi pesananya, dan berkata”Ndak jelas, dik. Tapi kallau tidak salah dengar itu lho tentang TKW dari kabupaten sini yang setelah di siksa majikannya di luar negeri. Mayatnya sudah di pulangkan kemarin.”
Aku mendadak menghentikan suapan nasiku. ” TKW dari kabupaten sini? Sudah jadi mayat? Siapa?”
kalu tidak salah namanya ad yu..yu-nya. apa Rahayu gitu ya?
Ayu…?! Maish kuingat betul bahwa dia sahabatku.
“Andini , kamu kenapa?” Suara Disty mengingatkan bahwa aku masih di warung ini.
Aku mengernyit, ” Kenapa bagaimana?”
” KOk tiba -tiba pucat?”
Aku membaung nafas, ” nggak tahulah, kiat pulang saja, ya!”
Dengan terburu-buru Disty Mengikuti langkahku yang tergesa- gesa. Sesampai di kamar, segera kuambil ranselku dan berbisik kepada Disty,” aku mudik dulu!” Aku pun berangkat sembari pikiranku di penuhi tentang kenangan- kenangan  manis Ayu.
Tujuan pertamaku adalah rumah Ayu. Tidak kuhiraukan letih yang cukup menyiksa kakiku. Sebab yang ada di benakku adalah Ayu da Ayu.
Seorang anak sedang bermain petak umpet bersama segerombolan anak -anak lain di halaman yang tak luas itu. Rumahnya masih tetap seperti yang dulu, sederhana. Tapi sedikit perubahan yang kulihat adalah lantai yang sudah tidak lagi dari  tanah tapi ubin berwarna kekuning- kuningan. Aku masih terpaku di seberang rumah itu. Sengatan matahari pun  seoperti menyuruh ku lekas berteduh.  Tapi aku seperti sudah membatu. Letih selama perjalanan telah terusir entah kemana.
“Tidak…” Aku belum siap mendengar apapun tentang Ayu. Air mataku pun mulai runtuh. Kupandangi adik- adik Ayu. Kupandangi rumahnya yang mengingatkanku tentang segala hal.  Segera aku berbalik menyeka air mata ku yang mengajak langkahku berbalik kembali. Tapi seorang dengan wangi parfum menyengat menghampiriku dan erat memeluku.
” Yaampun, Andini! kenapa berdiri saja? ayo masuk, kebetulan sekali aku jugag baru datang dari Malaysia.”

Kategori:My Diary

Pasukan Khusus Join Program Ba Malang

Gimana kabarnya pren…semoga kalian sehat dan berbahagia dengan keluarga….

Agus Pati,Wisnu Amrik,Nur PD Aceh,Moyo Kaltim,Adul Aceh,Tresna Bandung,Sahlan Pati, Ibnu Banyuwangi Jatim,Rudi Tasik, Febrizal Lampung

Kalo yang bawah ini siapa aja yaa…please rekan2 yang udah keliling dunia kabari kami….

Kategori:My Diary Tag: